Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Alur Film Innocent Witness - Remaja Autis yang menjadi Saksi Kunci Kasus Pembunuhan

Film ini menceritakan tentang pengungkapan kasus pembunuhan seorang kakek yang tinggal hanya dengan asisten rumah tangganya. Karena kondisi tersebut, sang asisten rumah tangga yang Bernama Oh Mi Ran ditetapkan sebagai pelaku pembunuhan. Oh Mi Ran terus mengelak hal itu dan tak ada seorangpun yang percaya dengan hal itu.

Kemudian Oh Mi Ran dibantu oleh pengacara yang Bernama Yang Soon Ho.

Untuk membantu kliennya Yang Soon Ho perlu memahami kasus pembunuhan itu dengan baik. Lalu ia harus berhadapan dengan Ji Woo, gadis remaja yang menjadi satu-satunya saksi kunci dalam kasus tersebut. Sayangnya Ji Woo adalah pengidap autis dan Yang Soon Hoo merasa kesulitan untuk mendapatkan keterangan darinya. Akhirnya Yang Soon Ho mempelajari tentang autis agar bisa berkomunikasi dengan Ji Woo.

Selain itu ada jaksa penuntut yang ternyata bisa berkomunikasi baik dengan pengidap autis. Jaksa itu memberikan saran jika Yang Soon Ho ingin berbicara dengan pengidap autis, makai a harus bisa menjangkau mereka, karena anak autis mempunyai dunianya sendiri.

Yang Soon Ho terus berusaha untuk berbicara dengan Ji Woo, ia bahkan datang ke sekolah Ji Woo dan mengajaknya berbicara. Disana ia bertemu dengan Sin Hye, satu-satunya teman yang dimiliki Ji Woo. Sin Hye menyarankan Yang Soon Ho mulailah dengan sesuatu yang disukai oleh autis yaitu teka-teki dan kuis.

Sidang pertama kasus pembunuhanpun dimulai dengan saksi dokter forensik yang melakukan analisis pada mayat korban. Hasil otopsi mengatakan bahwa penyebab kematiannya adalah sesak nafas dari kantong plastic yang menutupi wajah korban dan terhalangnya jalur udara.

Keesokan harinya, Yang Soon Ho Kembali datang ke sekolah Ji Woo dan memberikan teka-teki lalu ji Woo mulai tertarik. Ditengah malam Yang Soon Hoo mendapatkan pesan tentang jawaban teka-teki dari Ji Woo. Lalu mereka membuat kesepakatan bahwa mereka akan menelpon setiap hari pada jam 5 sore dengan 1 hari 5 teka-teki. Hal ini membuat keduanya semakin akrab.

Yang Soon Ho masih terus mendatangi Ji Woo kesekolah dan membersamainya pulang. Namun kali ini, Ji Woo tidak kunjung keluar dari sekolah. Yang Soon Ho merasa hal itu aneh, ia menelusuri sekolah dan melihat bahwa Ji Woo sedang dirundung oleh Sin Hye, yang menjadi satu-satunya teman Ji Woo. Hal ini membuat Ji Woo histeris dan dibawa kerumah sakit. Sepulang dari rumah sakit, Yang Soon Ho diizinkan untuk berbincang dengan Ji Woo.

Sidang kedua kasus pembunuhan dimulai, kali ini Ji Woo bersedia datang sebagai saksi. Dalam perjalanan itu, Ji Woo merasa sangat terganggu dengan suara disekitar, seperti langkah kaki, kopi yang diseduh atau lainnya.

Sesampianya diruang sidang Ji Woo merasa terganggu dengan suara jarum jam dan jaksa penuntut meminta untuk mematikan jam sementara waktu demi ketenangan Ji Woo selama sidang.

Ji Woo menjelaskan bahwa ia melihat seorang pria dengan kepala tertutup kantong plasting, lalu ada seorang wanita yang datang dan memegang kepala kemudian menyerang sampai terjatuh. Setelah itu sang wanita tersenyum.

Pengacara pendamping dan Yang Soon Ho membantah kesaksian Ji Woo dengan kutipan sebuah buku bahwa pengidap autis mengalami kesulitan dalam memahami emosi. Hal ini membuat Ji Woo dan ibunya merasa terhina.

Sidang putusanpun dimulai. Oh Mi Ran dinyatakan tidak bersalah lalu dibebaskan. Yang Soon Ho datang menemui Oh Mi Ran yang baru saja bebas. Ia menanyakan tentang rencana Oh Mi Ran. Oh Mi Ran berencana untuk menemui putranya. Yang Soon Ho merasa ada yang janggal. Diawal mereka bertemu, Oh Mi Ran mengaku sebatang kara. Kemudian Oh Mi Ran mengucapkan satu kalimat yang sama persis dengan apa yang dikatakan Ji Woo. Yang Soon Ho semakin merasa curiga. Ia segera melakukan penyelidikan lebih jauh tentang Oh Mi Ran dan semua yang berhubungan dengan kasus pembunuhan itu.

Tak lama kemudian, diadakan sidang banding. Ji Woo Kembali datang sebagai saksi. Kali ini Ji Woo datang terlambat karena harus mempersiapkan diri dalam menghadapi kebisingan yang ia dengar saat menuju ruang sidang.

Diruang sidang, sang pengacara pendamping mengungkapkan bahwa kesaksian pengidap autis tidak bisa digunakan dan terus membuat Ji Woo tertekan secara mental. Lalu Yang Soon Ho melanjutkan bahwa menjadi abnormal bukan berarti tidak bisa menjadi saksi. Yang Soon Ho berusaha meyakinkan semua orang yang hadir bahwa Ji Woo memang pengidap autis, tapi kesaksiannya sangatlah akurat. Untuk membuktikan hal itu Yang Soon Ho melakukan dua hal. Pertma ia menyuruh Ji Woo menebak jumlah titik pada sapu tangan yang ada dihadapannya, Jawaban Jiwo sangat tepat. Kedua Yang Soon Ho memita Ji Woo untuk mengatakan Kembali kalimat yang diucapkan oleh petugas didekat pintu masuk, kalimat itu sama persis. Yang Soon Ho meyakinkan bahwa Ji Woo mempunyai pola pikir logistic dan pendengaran yang sangat tajam. Kemudian ia Kembali membahas kasus pembunuhan dan meminta Ji Woo mengulangi kalimat yang ia dengar pada hari kejadian.

Sang pengacara pendamping sangat marah melihat Tindakan Yang Soon Ho, tetapi Yang Soon Ho terus melanjutkan apa yang ia lakukan. Kali ini ia akan berjuang membela yang benar. Bagi Yang Soon Ho Ji Woo adalah saksi terbaik selama ia menjadi pengacara. sedangkan alasan kebingungan kasus yang mereka tangani kali ini yaitu karena semua orang tidak mau memahami Ji Woo yang mempunyai kemampuan khusus.

Setelah semua kebenaran itu terungkap, kini Yang Soon Ho meyakinkan Oh Mi Ran untuk mengatakan dalang pembunuhan yang sebenarnya. Ternyata pelakunya adalah Kim Min Oh, putra kandung korban.

Dilain hari, Ji Woo mengadakan pesata ulang tahun dan mengundang Yoon Soon Ho. Mereka masih tampak akrab satu sama lain. Kini Ji Woo sudah bersekolah disekolah berkebutuhan khusus.

Jalur ceritanya bagus banget, penuh plot twits.

Dari film ini kita bisa belajar bahwa setiap orang benar-benar memiliki keistimewaannya masing-masing, sedangkan tugas kita adalah saling menerima perbedaan dan menghargainya. Jangan pernah meremehkan orang lain termasuk orang-orang berkebutuhan khusus.

Selain itu juga memberikan kita Gambaran tentang profesi seorang pengacara yang begitu sulit. Seringklai mereka mengalami dilemma dengan kasus yang sedang dihadapi. Meski demikian, buat kamu yang punya mimpi menjadi pengacara, terus lenjutkan dan wujudkan mimpi itu. lalu gunakan hati Nurani dan keberanian kalian untuk selalu mengungkapkan kebenaran suatu kasus. Setiap orang bisa melakukan kesalahan, tetapi selama diberik kesempatan untuk berubah mnejadi lebih baik, maka lakukan perbaikan itu dengan sebaik-baiknya.

Sampai jumpa di film selanjutnya.


 

 

 

 

 

Post a Comment for "Alur Film Innocent Witness - Remaja Autis yang menjadi Saksi Kunci Kasus Pembunuhan"