Review Seni Hidup Minimalis
Kali ini aku bakal bahas buku dengan judul Seni Hidup Minimalis karya Francine Jay.
Buku ini terdiri dari 4 bagian yaitu dasar pemikiran, streamline, ruangan ke ruangan dan cara hidup.
Bagian pertama, dasar pemikiran. Bagian ini menjelaskan bagaimana cara menumbuhkan pola pikir minimalis dan bagaimana kita memandang setiap barang yang kita miliki. Kita tidak harus membeli barang yang sebenarnya sudah ada dan tidak terlalu kita butuhkan. Semakin banyak barang kamu juga harus semakin sering untuk membersihkannya. Faktanya tidak semua orang suka membersihkan barang. Coba amati barang yang ada disekitar kita. Kelompokkan barang yang kamu lihat menjadi tiga bagian yaitu fungsional, dekoratif dn emosional. Barang-barang yang fungsional tentu harus dipertahankan karena memang dibutuhkan. Untuk barang dekoratif jika terlalu banyak mungkin bisa dikurangi dan barang emosional coba kita renungkan lagi. Barang emosional contohnya barang-barang kenangan dimasa lalu. Apakah kita benar-benar membutuhkan barang itu atau tidak? Ingatlah bahwa kenangan, mimpi dan cita-cita tidak terbatas pada barang, melainkan ada dalam diri kita sendiri. Dengan membatasi barang yang kita beli dan berfokus hanya pada hal-hal esensial adalah cara terbaik untuk meminimalisasi dampak konsumsi kita. Contohnya, jika tidak membutuhkan Sepatu atau baju baru, jangan membelinya hanya demi penampilan.
Bagian kedua, streamline, yaitu sepuluh Teknik ampuh untuk membersihkan dan menjaga rumah tetap rapih. Setiap huruf melambangkan satu langkah dalam proses merapikan tempat tinggal. Sepuluh langkah itu adalah
1. Start Over (mulai dari awal)
2. Trash, treasure or transfer (buang, simpan atau berikan)
3. Reason for each item (alasan setiap barang)
4. Everything in its place (semua barang pada tempatnya)
5. All surfaces clear (semua permukaan bersih)
6. Modules (ruangan)
7. Limits (batas)
8. If one comes, one goes out (satu masuk, satu keluar)
9. Narrow down (kurangi)
10. Everyday maintance (perawatan setiap hari)
Dengan langkah-langkah metode diatas kitab isa memulai hidup minimalis.
Bagian tiga ruangan keruangan. Bagian ini mengajak kita untuk menangani setiap ruangan dirumah mulai dari membersihkan hingga menatanya keruangan, seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur, ruang pakaian, ruang kerja, dapur dan kamar mandi. Kemudian bagaimana cara kita mengatur barang di ruang penyimpanan dan barang hadiah atau kenangan yang kita dapatkan.
Bagian keempat, cara hidup. Pada bab ini kita akan mengetahui fakta bahwa dampak hidup minimalis bisa besar. Dampak paling sederhana yang bisa kita rasakan adalah mempererat hubungan keluarga. Karena kita mempunyai jadwal bersih-bersih dan merawat barang-barang dirumah secara rutin dan bersama-sama. Kita juga bisa berlahan sadara bahwa kebahagiaan tidak bergantung pada barang yang dimiliki tetapi tergantung bagaimana kita menyikapinya. Dan ada hal luar biasa yang menjadi dampak dari hidup minimalis yaitu mampu melestarikan bumi untuk generasi berikutnya. Bagaimana bisa? Dengan hidup minimalis kita akan menahan diri untuk membeli semua barang yang kita inginkan, hal ini berarti kita Tengah memberikan sumbangsih kepada Bumi. kita semua tau bahwa barang-barang yang kita inginkan berasal seperti baju, buku, atau yang lainnya berasal dari sumber daya alam dibumi seperti pohon atau hewan. Keputusan hidup minimalis dapat menyelamatkan bumi dari kerusakan lingkungan dan manusia dari lingkungan kerja yang tidak layak. Jadi udah siap hidup minimalis belum nih? Kira-kira udah Ikhlas belum merelakan barang-barang tidak terpakai yang penuh kenangan untuk diberikan kepada yang lebih membutuhkan?
Selamat berjuang menerapkan hidup minimalis.
Sampai jumpa di buku berikutnya
Post a Comment for "Review Seni Hidup Minimalis"