Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Review Almond

 

Kali ini aku bakal bahas buku dengan judul “Almond”. Buku ini pernah dibaca oleh min yonggi di In the Shoop loh. ARMY pasti hafal banget pastinya ya….

Almond ini menceritakan seorang anak laki-laki Bernama Yoonjae yang menderita alexithymia atau tidak mampu mengungkapkan suatu emosi. Ia tidak merasa sakit walau dipukul serta tidak bisa menunjukkan ekspresi apapun seperti marah, takut atau lainnya. Karena hal itu ia dianggap aneh oleh orang disekitarnya.

Yoonjae mengalami hal itu sudah sejak lahir. Saat lahir, Yoonjae juga tidak tertawa. Ibu Yoonjae yang bingung dengan kondisi itu, langsung membawa Yoonjae ke dokter dan tahu bahwa anaknya terlahir sebagai anak spesial. Ibu Yoonjae merasa sangat terpukul tetapi ia berusaha kuat karena jika bukan dirinya siapa lagi yang akan merawat Yoonjae.

Suatu hari, (hal11) ibu Yoonjae meletakkan teko merah berisi air panas diatas meja. Tanpa sengaja teko tersebut jatuh dan mengenai tubuh Yoonjae. Yoonjae langsung menangis. Bagi Sebagian orang mengalami hal itu bisa menyebabkan sebuah rasa takut atau trauma terhadap air atau teko. Tapi, Yoonjae tidak mempunyai rasa trauma itu.

Dilain waktu Yoonjae bahkan menghampiri anjing hitam besar yang pernah menggigit anak tetangga sampai berdarah.

Hal-hal seperti itu tidak hanya terjadi satu atau dua kali saja. Yoonjae mengalami beberapa kejadian serupa dengan berbagai keadaan yang berbeda. Orang-orang menyebut Yoonjae sebagai orang pemberani karena tidak pernah merasa takut pada apapun. Namun, terkadang Ibu Yoonjae merasa khawatir dengan hal yang dialami Yoonjae.

Ibu Yoonjae sering memberi almond dengan harapan jika banyak makan almond, maka almond dalam kepala Yoonjae akan besar. Meski ibu tahu bahwa harapan itu adalah harapan yang tidak akan tercapai tetapi mereka selalu memasukkan almond ke dalam menu makan tiga kali sehari.

Setiap orang memiliki dua almond didalam kepada yang berada diantara belakang telinga hingga kepala. Namanya Amigdala namun karena bentuk dan besarnya sama seperti almond maka disebut juga almond.

Karena beberapa kejadian yang mengkhawatirkan. Ibu Yoonjae menuliskan beberapa kalimat dan menempelkannya disebuah papan besar. Kalimat itu seperti kalau ada mobil mendekat harus menghindar, kalau ada orang yang mendekat harus bergeser agar tidak tertabrak, kalau orang lain tertawa harus tersenyum. Dan dibagian bawah ada catatan tentang bagaimana ekspresi wajah saat sedang berbicara dengan orang lain.

Meski Yoonjae berbeda, ibu sangat menyayanginya. Sang ibu berpesan agar Yoonjae jangan sampai ketahuan bahwa ia berbeda dari teman-temannya. Selain itu, ibu Yoonjae juga tidak pernah Lelah dan terus menunjukkan apa yang harus dilakukan Yoonjae pada waktu-waktu tertentu. Misalnya saat ada yang membawa mainan baru kesekolah, Yoonjae harus berpikir bahwa mereka bukan sedang menjelaskan tentang mainan itu, tetapi ia sedang pamer.

Karena Latihan rutin yang dilakukan oleh sang ibu, Yoonjae bisa beradaptasi disekolah.

Selain sang ibu, Yoonjae juga tinggal bersama neneknya. Sang nenek selalu merasa bangga dengan Yoonjae. Ia bahkan memberikan julukan Monster yang paling menggemaskan didunia kepada Yoonjae. (hlm 32)

(hlm 45, 47) Yoonjae bersama sang nenek dan ibunya terus berjuang dengan anggapan – anggapa aneh yang diberikan orang-orang sekitar. Sampai suatu hari Yoonjae harus menerima hal buruk yang menimpa keluarganya yaitu sang nenek yang tewas dan sang ibu yang mengalami koma.

Meski mengalami kejadian terpuruk Yonjae tetap tidak berekspresi apapun. Ia tidak menangis atau menjerit saat melihat sang nenek meninggal didepan matanya. Hanya saja, Yonjae kini harus sendirian melewati hari-hari. Tak lama kemudian Yonjae mempunyai seorang wali yaitu Prof Shim, teman dari ibu Yonjae.

Suatu hari Yonjae tanpa sengaja bertemu dengan Gon, seorang berandalan yang menjadi teman satu kelasnya. Gon tumbuh di lingkungan yang keras, sejak kecil ia tinggal di panti asuhan. Awalnya Gon selalu membully Yonjae. Namun Yonjae masih seperti biasa, ia tidak merespon apapun yang dilakukan oleh Gon. Lama – kelamaan Gon justru merasa penasaran dengan Yonjae, Gon sering bertanya tentang bagaimana rasanya tidak bisa merasakan segala hal. Jawaban Yonjae pun selalu sama. Keduanyapun menjadi semakin dekat satu sama lain. Gon bahkan pernah menyiksa kupu-kupu didepan Yonjae hanya untuk membuat Yonjae bisa merasakan sesuatu. Saat senja tiba, Gon membersihkan sisa-sisa bangkai kupu-kupu lalu menangis. Gon merasa gagal mengajarkan sesuatu kepada Yonjae.

Sampai suatu hari Gon menghilang dan Yonjae mulai mencari keberadaan Gon. Ternyata Gon bermain dengan Cheolsa hyung yang dikenal mempunyai pengaruh buruk. Yonjae yang tidak memiliki rasa takut dengan berani mendatangi dan menantang Cheolsa hyung. Yonjae memaksa Gon untuk pulang dan tanpa sengaja pisau yang dipegang oleh Cheolsa hyung tertusuk didada Yeonjae. Yonjae segera dibawa kerumah sakit untuk diobati. Sedangkan Gon dan Cheolsa hyung ditangkap oleh polisi. Beruntungnya Gon dibebaskan atas alasan pembelaan diri, lalu Gon mendapatkan perawatan secara medis dan ditemani ayahnya yang selama ini tidak peduli dengan Gon.

Setelah Yonjae siuman, ia akhirnya bisa bertemu Kembali dengan ibunya yang telah sadar dari koma. Dan yang lebih menakjubkan lagi Yonjae kini menangis dan tertawa, yang artinya Yonjae sudah mulai bisa merasakan hal-hal yang selama ini tidak bisa ia rasakan.

Dari buku ini kita bisa belajar bahwa cinta benar-benar bisa merubah seseorang menjadi manusia atau monster. Dua tokoh utama yang bernama Yonjae dan Gon adalah contohnya. Yonjae yang dilahirkan dengan fisik kurang beruntung selalu mempunyai cinta dari orang-orang terdekatnya mampu membuktikan bahwa ia bisa tumbuh dengan baik meski setiap hari mendapatkan cacian dan hinaan dari orang lain. Sedangkan Gon yang dilahirkan tanpa kekurangan fisik justru menjadi monster yang dijauhi banyak orang karena ia tumbuh tanpa cinta dari orang terdekatnya.

Ingatlah bahwa kapal bisa terangkat karena air diluar, tetapi kapal bisa tenggelam karena air didalamnya. Yang artinya sebesar apapun ombak diluar jika kondisi kapal didalamnya baik, taka da yang perlu dikhawatirkan, sebaliknya, jika didalam kapal ada sedikit saja kerusakan, mau setenang apapun ombak, pasti kapal itu akan tenggelam.

Sampai jumpa di buku selanjutnya.

Post a Comment for "Review Almond"