Review Teach Like Finland
Teach Like Finland merupakan karya Timothy D.Walker yang berisi tentang catatan rahasia dibalik kesuksesan sekolah-sekolah Finlandia. Buku ini menuliskan tentang 33 strategi untuk kelas yang menyenangkan.
Tuan Walker awalnya adalah salah satu guru di Amerika yang hijrah ke Finlandia dan Kembali menjadi guru di negara itu. Ketika walker masih menjadi guru di Amerika, Ia selalu merasa tertekan dengan profesi itu. Sampai yang paling parah, pekerjaan mengajar tidak lagi terasa menyenangkan, dan rasa ketidakpuasan Walker berimbas kepada siswanya.
Melihat kondisi walker yang selalu gelisah dan kewalahan, sang istri menyarankan walker untuk mengambil cuti agar kondisinya membaik. Lalu tiga tahun kemudian, Walker pindah ketempat asal sang istri yaitu di Finlandia.
Hal ini bukan karena Walker ingin melarikan diri dari pendidikan Amerika. Sebaliknya, justru karena Walker masih ingin tetap mengajar.
Masa awal pindah ke Finlandia, ia mengalami culture shock karena perbedaan yang sangat drastic karena suasana belajar mengajar di Finlandia sangat santai sekali berbeda dengan suasana belajar mengajar di Amerika.
Namun, setlah beberapa tahun bekerja dan tinggal di Finlandia, Walker mulai merasa menjadi manusia yang sebenarnya. Dan ia mulai mencatat rahasia kesuksesan sekolah Finlandia.
Pada tahun 2001, Finlandia mengejutkan dunia Ketika sswa-siswanya yang masih berusia 15 tahun berhasil menctatkan skor tertinggi di penyelenggaraan PISA. PISA merupakan ujian yang meliputi penilaian keterampilan berpikir kritis di matematika, sains dan membaca.
Ada 5 unsur yang mendukung kesuksesan Pendidikan di Finlandia yaitu
1. Sekolah diposisikan sebagai tempat belajar yang menyediakan Pendidikan secara seombang, menyeluruh dan berorientasi pada anak
2. Pemerintah Finlandia sangat memperhatikan mutu Pendidikan para pengahar. Untuk meraih keberhasilan, dibuthkan guru-guru yang terlatih dengan baik
3. Pemerintah mengembangkan mekanisme permanen demi meningkatkan keamanan, kesejahteraan serta Kesehatan siswa dengan tujuan untuk memastikan bahwa kurangnya Kesehatan dan kesejahteraan yang mendasar dirumah tidak menghalangi kesempatan siswa untuk berhasil
4. Kepemimpinan Pendidikan di level Tengah harus berada di tangan seorang pendidik yang memiliki pengalaman serta berkualitas
5. Secara aktif setiap siswa ikut serta dalam berbagai macam kegiatan diluar sekolah
Pendidikan di Finlandia ternyata mengedepankan kebahagiaan siswanya diatas prestasi akademis. Lebih jauhnya mereka percaya bahwa siswa yang bahagia akan menjadi pelajar yang lebih baik.
Kebahagiaan bisa dilihat dari 5 unsur utama yaitu memiliki, kesejahteraan, kemandirian, penguaasaan dan pola pikir
Part 1 membahas tentang kesejahteraan
Pendidikan Finlandia percaya bahwa metode istirahat yang tepat akan membuat anak lebih mampu mengoptimalkan kerja otaknya, sehingga anak-anak diberikan waktu untuk jeda istirahat setiap selesai 1 jam Pelajaran. Diwaktu istirahat itu, anak-anak akan menggunakannya untuk bermain dan bersosialisasi dengan teman sebaya.
Fungsi istirahat ini sangat penting di antara jam-jam sekolah yang berat. Metode rehat yang tepat membuat anak lebih mampu mengoptimalkan kerja memori dan melakukan penyimpanan secara maksimal.
Setelah pulang sekolah, baik guru maupun siswa mendapatkan kesempatan untuk mengisi ulang energi mereka yang artinya mereka terbebas dari segala beban disekolah. (hlm 25)
Ternyata hal ini tidak hanya terjadi di dunia Pendidikan saja, kehidupan Finlandia memang seperti itu. contohnya dimalam hari akan ada puluhan orang tidak melakukan apapun selain duduk, memakai kain untuk menghangati badan dan bercakap-cakap. Mereka sedang tidak terburu-buru . Hal yang paling penting adalah kita mengetahui Batasan Ketika kerja dan Ketika bekerja.
Part 2 membahas tentang rasa dimiliki
Seorang guru, tentunya perlu melakukan beberapa hal agar muncul perasaan saling terhubung atau rasa dimiliki di dalam kelas. rasa dimiliki ini bukan hanya sesuatu yang dapat kita bagi dengan siswa ini juga merupakan sesuatu yang sebagai guru perlu kita alami. Untuk menguatkan rasa dimiliki kita perlu menerapkan 6 strategi yaitu mengenal setiap anak, bermain dengan mereka, merayakan keberhasilan mereka, mengejar Impian kelas, menghapus bullying dan berkawan.
Rasa dimiliki membuat seseorang akan merasa nyaman saat menjalani proses belajar mengajar di kelas. Finlandia juga tegas dalam menjaga perdamaian, prinsipnya siwa tidak menyakiti dn menganggu diri sendiri dan orang lain. Yang paling saya suka adalah system berkawan dimana anak-anak kelas tinggi diberikan tanggungjawab harus mengajari dan menemani adik kelasnya bermain. Hal ini membuat anak-anak mempunyai rasa dimiliki yang semakin tinggi.
Part 3 membahas tentang kemandirian
Secara umum anak-anak Finlandia Nampak lebih mandiri, mereka bukan terlahir dengan gen mandiri. Ttapi mereka diberikan banyak kesempatan untuk melakukan banyak hal sendiri tanpa bantuan orang lain dan melalui kesempatan tersebut, mereka lebih mampu mengarahkan dirinya sendiri sebagai pelajar.
Mulailah dengan memberikan kepercayaan, tidak memberikan kekangan serta mengajak siswa untuk memikul tanggung jawab. Anak akan termotivasi ketika guru menunjukkan hal yang menandakan ia dipercayai melakukan sesuatu.
Setiap anak sudah diajarkan sejak dini oleh dirumah masing-masing agar bisa terbiasa pulang pergi kesekolah sendiri baik dengna kendaraan umum atau jalan kaki. Hal ini membuat mereka Tangguh.
Status guru sangat dihargai di Finlandia, selain itu mereka juga tidak mempunyai beban administrasi yang terus meningkat seiring bertambahnya waktu. Sehingga guru-guru Finlandia melakukan yang terbaik bukan karena apa yang mereka kerjakan sedang diawasi tetapi karena itu adalah tanggungjawab mereka dan benar-benar dilaksanakan dengan tulus.
Part 4 membahas tentang penguasaan
Suksesnya Pendidikan menurut Finlandia lebih kepada kegembiraan siswa saat berada didalam kelar. Meski demikian, kurikulum yang diberikan oleh pemerintah selalu menjadi pedoman bagi guru Finlandia. Mereka tidak khawatir jika kurikulum itu tidak sesuai dengan minat siswa. Mereka tetap melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum yang diberikan oleh pemerintah. Namun mereka tidak menelan mentah-mentah kurikulum yang diberikan. Pertama para guru Finlandia akan mencari tahu minat siswa, lalu mencari relevansi dengan kurikulum dan menawarakan pilihan yang menarik bagi merrka.
Pendidikan Finlandia terkenal karena kurangnya tes terstandar dan Sebagian orang meyakini bahwa guru Finlandia tidak pernah menguji siswa mereka (hlm 156). Padahal disekolah Finlandia mereka membuat penilaian smatif mereka sendiri. Mereka membuat penilaian lebih sesuai kelas masing masing. Dalam Pelajaran sehari hari dalam diskusi kelas, kerja kelompok dan dalam penilaian formatif.
Sebelum hari pembagain rapot para guru juga akan melakukan diskusi dengan siswa untuk meminta pendapat mereka tentang nilai yang akan diperoleh. Melalui diskusi pribadi, kita dapat memberi siswa pemahaman yang lebih baik dan peran Ketika menentukan nilai. Hal ini merupakan strategi yang menolong untuk mencerminkan pembelajaran dan pada akhirnya mendukung mereka karena beusaha mencapai penguasaan dalam kelas.
Part 5 membahas tentang pola pikir
Alih-alih memandang guru sebagai pekerjaan, mereka justru menngagpnya sebagai panggilan. Banyak guru yang kompeten, bekerja keras dan cerdas.
Mereka benar-benar mampu memisahkan antara pekerjaan satu sama lain. Orangtua ahli dirumah mereka masing-masing. Dan para guru ahli disekolah. Sehingga keberhasilan pendidian Finlandia tentu bukan hanya peran dari seorang guru, ttapi peran dari guru, siswa, orangtua dan Masyarakat sekitar. Semua komponen itu saling membantu dan bersedia menjalankan tugas dan kewajiban mereka masing-masing.
Dari banyak strategi yang diungkapkan didalam buku, strategi paling penting yang sebenarnya adalah hal yang paling sederhana yaitu JANGAN LUPA BAHAGIA. Karena kebahagiaanlah yang membuat para guru tetap memilih untuk megajar.
Secara keseluruhan buku ini snagat menarik, inspiratif fan informatif. Sangat cocok dibaca oleh semua kalangan terutama orang-orang dikalan Pendidikan. Kita akan memahami banyak factor yang berpengaruhdalm Pendidikan.
System Pendidikan Finlandia memang dikenal sebagai system Pendidikan terbaik didunia. Namun bukan berarti bisa cocok diterapkan seluruh dunia. Singkatnya, mengadopsi sebuah sistem pendidikan dari suatu tempat tidak semudah seperti yang tertuang dalam banyak tulisan. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya baik , budaya, kebiasaan, dan lain-lain.
Ingatlah peribahasa “Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya”.
Sampai jumpa di buku selanjutnya
Post a Comment for "Review Teach Like Finland"