Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Alur Drama Korea - Partner For Justice


Judul : Partner For Justice

Genre : Kriminal, Misteri

Episode : 32 Episode

Pemain :


·         Jung Jae Young sebagai Baek Beom
·         Jung Yu Mi sebagai Eun Sol
·         Lee Yi Kyung sebagai Cha So Hoo
·         Park Eun Seok sebagai kang Hyun
·         Stephanie Lee sebagai Stella Hwang

 

Drama ini bercerita tentang seorang dokter forensik hebat bernama, Baek Boem dan jaksa wanita cantik bernama, Eun Sol. Mereka bekerja sama untuk menyelesaikan kasus-kasus sadis, dan memberikan keadilan bagi si korban.

Episode 1

Drama ini menceritakan tentang jaksa Eun Sol yang baru saja ditugaskan di divisi kriminal 8 kantor kejaksaan wilayah Timur Seoul. Ia dengan sukarela memilih divisi kejahatan kriminal dengan alasan melihat drama tentang penyelidikan dan ingin seperti di film-film. Kasus pertama yang ditanganinya adalah kematian Kwon Hee Kyung, ia istri dari Oh Man Sang putra Parlemen Oh Pil Joong. Dalam kasus ini Oh Man Sang menjadi tersangka utama. Jaksa Eun Sol dibantu oleh detektif Cha Soo Ho dari kantor polisi Gangdong. Saat mengecek ke TKP Jaksa Run Sol membuat keonaran, ia masuk ke TKP memakai Sepatu hak tanpa alat pelindung dan membalikkan badan korban. Hal ini membuat dokter forensic yang sedang menyelidiki TKP sangat marah, ia Bernama dr Baeok Beom.

Episode 2

Dokter Baek Beom melakukan otopsi pada mayat Kwon Hee Kyung dengan sangat teliti. Jaksa Eun Sol Bersama detektid Cha So Hoo ikut menyaksikan hal itu. Setelah otopsi selesai, Jaksa Eun Sol mengalami mual dan muntah. Ternyata detektif Cha So Hoo juga pingsan saat pertama kali menyaksikan otopsi. Lalu Jaksa Eun Sol memanggil Oh Man Sang untuk diinterogasi. Meski kekurangan bukti, Jaksa Eun Sol memaksakan surat penahanan kepada Oh Man Sang. Tak lama setelah itu, Jakasa Eun Sol mendapatkan hasil otopsi dari forensic yang menyatakan bahwa Kwon Hee Kyung meninggal karena keracunan obat bukan kekerasan oleh Oh Man Sang seperti yang didiuga Jaksa Eun Sol. Mengetahui fakta itu, Jaksa Eun Sol sangat kesal karena ia sangat yakin bahwa Oh Man Sang telah membunuh istrinya sendiri. Kemudian Jaksa Eun Sol mendatangi rumah mendiang dan memohon kepada art rumah itu untuk menceritakan semuanya. Sang art yang awalnya bungkam dan menolak memberikan kesaksian akhirnya luluh dan bersedia menjadi saksi dalam pengadilan. Sang art menceritakan bahwa rumah tempat ia bekerja adalah neraka dengan segala hal kejam didalamnya. Kesaksian itu lalu diperkuat dengan beberapa foto bekas luka pada tubuh mendiang saat dilakukan otopsi. Tak disangka, Oh Man Sang memanggil dokter baek bom untuk menjadi saksi. Di pengadilan Dokter Baek Beom menyatakan penyebab kematian Kwon Hee Kyung adalah keracunan obat. Jaksa Eun Sol merasa marah dan kesal dengan kesaksisan dari Dokter Baeok Beom.

Episode 3

Kesaksian Dokter Baek Beom tentang penyebab kematian Kwon Hee Kyung adalah keracunan akut terhadap flukanozol dengan beberapa obat lain. Flukanozol digunakan untuk penyakit kaki atlit tetapi baik korban maupun tersangka tidak ada yang mengidap penyakit tersebut. Lalu Jaksa Eun Sol menyerahkan bukti transaksi pembelian flukanozol atas nama Oh Man Sang. Oh Man Sang mengakui tuduhan tersebut dengan dalih atas permintaan dari sang istri. Keesokan harinya, Jaksa Eun Sol mendapatkan surat kritikan tentang dirinya yang memalsukan kasus karena kekurangan bukti. Tanpa sengaja, hak sepatunya patah. Kemudian saat mengganti Sepatu, Jaksa Eun Sol menyadari bahwa sepatunya masih dalam kondisi sama saat  ia baru saja pulang dari TKP kematian Kwon Hee Kyung. Ia segera membawa Sepatu itu kepada Dokter Beok Beom dan berhasil menemukan pil flukanozol. Dokter Baek Beom melakukan simulasi ulang TKP dengan sangat teliti. Lalu berhasil menemukan bahwa ada kapsul yang isinya telah diganti dengan pil flukanozol yang telah dihancurkan. Disisi lain Jaksa Eun Sol berusaha mengulur waktu dengan mengutarakan tes hasl paternitas yang dilakukan pada embrio mayat Kwon Hee Kyung. Oh Man Sang yang awalnya menggunakan hak diam mulai menjawab pertanyaan dari Jaksa Eun Sol. Sembari menunggu kedatangan Dokter Baeok Beom di pengadilan, Jaksa Eun Sol mendemonstrasi bagaimana pil potexin diubah menjadi racun.

Episode 4

Dokter Baeok Beom datang ke persidangan sebagai saksi berdasarkan anaslisi forensic yang telah ia lakukan. Sidik jari yang ada pada pil itu adalah milik Kwon Hee Kyung yang artinya Kwon Hee Kyung benar-benar bunuh diri tetapi ia ingin kematiannya terlihat seperti dibunuh oleh suaminya sendiri. Kwon Hee Kyung mengetahui resep obat yang mematikan. Ia meracik obat sendiri, lalu membuat beberapa untuk bunuh diri dan beberapa ditinggalkan disaku dengan niat sebagai bukti bahwa suaminya yang melakukan hal itu. Secara hukum Oh Man Sang memang tidak membunuh sang istri tetapi perlakuan sehari-hari yang membuat sang istri sangat tertekan sehingga memilih bunuh diri. Hal ini membuat Jaksa Eun Sol merubah tuntutannya dari pelaku pembunuhan menjadi pelaku kekerasan cedera khusus.

Hari berikutnya Jaksa Eun Sol kedatangan 3 orang wanita yang melaporkan kasus penipuan yang menimpanya. Tiga orang wanita itu adalah kakak beradik Bernama Il Nam, Yi Nam dan Hu Nam. Mendiang ayah mereka mengadopsi anak laki-laki dan diberi nama Deuk Nam. Deuk Nam telah meninggal 3 tahun lalu dan baru-baru ini istri Deuk Nam yang Bernama Choi Hwa Ja mengaku melahirkan bayi Deuk Nam. Lalu Choi Hwa Ja diinterogasi, ia mengaku bahwa telah menemukan sel sperma Deuk Nam yang dibekukan dan menggunakannya lalu memiliki bayi melalui program IVF. Keesokan harinya, pihak kepolisian melakukan penggalian mayat Deuk Nam untuk dilakukan tes DNA dengan bayi. Ketiga kakak Deuk Nam mendatangi lokasi penggalian dan mengamuk karena mayat Deuk Nam diotopsi. Mereka meminta paksa mayat Deuk Nam untuk dikremasi. Tak lama kemudian mereka membawa peti mati dan meninggalkan TKP.

Episode 5

Peti mayat Deuk Nam telah sampai dipihak pemakaman, namun saat peti dibuka, mereka terkejut karena peti itu kosong. Dokter Baeok Beom sengaja memberikan peti mayat dan mencuri mayat Deuk Nam agar otopsi tetap bisa dilaksanakan. Kemudian segera meminta Jaksa Eun Sol mengeluarkan surat perintah otopsi. Jaksa Eun Sol yang sedang kencan buta, segera menolak laki-laki itu dan mendatangi Dokter Baeok Beom dengan membawa surat perintah itu. ketika melakukan otopsi Dokter Baek Beom menemukan retakan di tengkorak belakang yang menjadi indikasi pembunuhan.

Deuk Nam menjalani operasi jantung dibawah tanggungjawab Lee Hye Sung dan meninggal di Rumah Sakit tempat ia dirawat. Deuk Nam dirawat di ruang VIP Rumah Sakit Seon sehingga Dokter Baek Beom segera melakukan pemindai kamera di TKP itu. ruang VIP jarang sekali melakukan perubahan tataletak sehingga bisa dilakukan pemindaian kamera.

Besoknya Jaksa Eun Sol menghadiri persidangan kasus Deuk Nam dan menjadi ketiga kakak angkat Deuk Nam beserta istrinya sebagai tersangka atas kematian Deuk Nam.

Sesampainya dirumah, Jaksa Eun Sol dimarahi sang ibu karena telah menolak anak laki-laki keluarga konglongmerat dan memaksa Jaksa Eun Sol untuk menerima laki-laki itu pada pertemuan berikutnya.

Episode 6

Ketua jaksa memanggil Jaksa Eun Sol karena dianggap telah bertindak dengan perintah pihak forensik. Meski Jaksa Eun Sol melakukan sesuatu untuk menemukan kebenaran suatu kasus, tetapi ia menyalahi aturan jaksa. Lalu Dokter Baek Beom melakukan perkiraan reka adegan bagaimana Deuk Nam meninggal dan berhasil menemukan bahwa Deuk Nam meninggal karena kepalanya terbentur sofa dan meninggalkan bekas ditengkorak bagian belakang yang dia temukan sebelumnya. Sementara itu, pihak kepolisian dan kejaksaan berusaha mencari tahu orang0orang yang bertemu Deuk Nam pada waktu kematian. Diwaktu yang sama, Stella Hwang berhasil menemukan kadar propofol mematikan pada mayat Deuk Nam. Propofol yang diberikan dalam jumlah berlebihan menyebabkan apnea untuk menyembunyikan gejala pendarahan otak yang diakibatkan oleh kerusakan tengkorak. Pemberian propofol berlebihan dilakukan oleh seorang dengan koneksi medis, karena tidak sembarang orang bisa membeli propofol dengan dosis berlebih. Atas dasar pernyataan tersebut, pihak kejaksaan melakukan penyelidikan di rumah sakit Seon dan mendapatkan fakta bahwa perawat Byun Soo Kyung telah menghilang. Hal ini membuat Jaksa Eun Sol curiga dengan keterlibatan Byun Soo Kyung. Setelah berhasil menemukan keberadaan Byun Soo Kyung, Byun Soo Kyung telah dibunuh dengan banyak bekas suntikan dilengan.

Dokter Baek Beom melakukan otopsi pada mayat Byun Soo Kyung dan memberikan informasi bahwa Byun Soo Kyung tertidur dengan meminum propofol dan mendapatkan suntikan insulin. Pelaku pembunuhan Byun Soo Kyung menyamarkan agar terlihat seperti overdosis propofol. Setelah melakukan analisis, Dokter Baek Beom menemukan bahwa pemilik sidik jari yang menyuntikkan propofol adalah Choi Hwa Ja. Kemudian Choi Hwa Ja menelepon Jaksa Eun Sol untuk bisa bertemu dengannya secara tatap muka untuk memberikan informasi tenteng Byun So Kyung. Jaksa Eun Sol datang sendirian menemui Choi Hwa Ja.

Episode 7

Jaksa Eun Sol yang telah diberikan informasi bahwa pelaku pembunuhan yang sebenarnya adalah Choi Hwa Ja berniat mengungkap kebenara itu. Jaksa Eun Sol masuk ke kafe Choi Hwa Ja dan berhsail menangkap basah perbuatan Choi Hwa Ja. Tak lama kemudian pihak kepolisian telah sampai dilokasi kafe Choi Hwa Ja, mereka berhasil mencegah Choi Hwa Ja yang hampir membunuh Jaksa Eun Sol. Saat diinterogasi, Choi Hwa Ja mengaku ia adalah pecandu propofol, benzodiazepine, obat tidur dan obat penenang. Choi Hwa Ja mengaku telah membunuh Byun Soo Kyung tetapi menyangkal pembunuhan Deuk Nam.

Jaksa Eun Sol Kembali dipanggil ketua jaksa karena mendatangi tersangka pembunuhan sendirian. Selesai bekerja, Jaksa Eun Sol pulang kerumah dan diusir dari rumah karena menolak permintaan ayahnya untuk mengundurkan diri dari pekerjaan jaksa. Jaksa Eun Sol langsung menyerahkan semua fasilitas dari orangtuanya dan menyewa rumah sesuai uang yang ia miliki. Tak lama kemudian Dokter Baek Beom menghubungi Jaksa Eun Sol untuk melihat rekontruksi wajah Deuk Nam karena merasa ada kejanggalan pada mayat tersebut. Ternyata selama ini, mayat yang mereka selidiki bukan mayat Deuk Nam. Pihak forensik melakukan analisis lebih lanjut lagi dan menemukan fakta bahwa mayat yang mereka temukan berasal dariYeoncheon di Provinsi Gyeongi sedangkan tanah dari tulangnya berasal dari laut. Jaksa Eun Sol Kembali melakukan interogasi kepada Choi Hwa Ja dan menekannya untuk mengaku. Cha Hwa Ja memiliki hubungan dengan pria lain dan mendapatkan bayi, setelah bayi itu keluar pria itu dibunuh lalu mayat Deuk Nam dan pria itu ditukar agar ada kecocokan saat dilakukan tes DNA pada sang bayi. Pihak jaksa dan kepolisian terus bekerjasama untuk menghubungi agen layanan pemakaman dan berhasil menemukan keberadaan mayat Deuk Nam.

Mayat yang sebelumnya ternyata adalah Han Dong Hoon. Jaksa Eun Sol Kembali menghadiri sidang dan mengungkapkan tentang hasil tes paternitas yang menunjukkan bahwa bayi itu adalah anak Deuk Nam.

Episode 8

Cha Hwa Ja sangat Bahagia mendengar hasil tes paternitas itu. namun Cha Hwa Ja tetap tidak mendapatkan hak waris karena ia adalah pelaku pembunuhan Deuk Nam. Ahkirnya Cha Hwa Ja dituntut hukuman mati.

Keesokan harinya, Jaksa Eunsol ternyata menyewa rumah bersebelahan dengan Dokter Baek Beom dan pagi itu mereka mendapatkan kasus yang sama.

Pagi itu mereka mendapatkan kasus kematian seorang Perempuan Bernama Yeom Mi Rae. Ia baru saja pindah ke Seol dan hidup sendirian. Pada tahun lalu, ia menggugat seorang kurir yang menguntitnya dan detektif yang menangani kasus tersebut adalah detektif Cha So Hoo.

Yeom Mi Rae ditemukan telah meninggal diatas kasurnya dengan tirai tertutup di kamar yang bersuhu 28 ̊C. Mayatnya mengeluarkan banyak sekali belatung. Kemudian Mayat itu segera di bawa ke Forensik untuk dilakukan otopsi.

Pihak polisi dan kejaksaan melakukan pemeriksaan TKP dan menemukan satu sepatu yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan. Jaksa Eun Sol merasa familiar dengan Sepatu yang ia temukan. Disaat yang sama, pihak kepolisian mendapatkan panggilan misterius yang mengungkapkan bahwa ia melihat seorang laki-laki dengan satu Sepatu yang tangannya dipenuhi darah berjalan ke sebuah mobil yang bernomor polisi 8 ditengah dan 2/3 diakhir.

Lalu pihak polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan informasi yang mereka dapatkan. Sedangkan jaksa Eun Sol mengajak rekan kerjanya menemui detektif Cha So Hoo untuk mengetahui kebenaran dari kecurigaannya terhadap Sepatu yang ia temukan di TKP.

Episode 9

Sesuai dugaan Jaksa Eun Sol, Sepatu Detektif Cha So Hoo juga hanya sebelah saja. Detektif Cha So Hoo segera dibawa ke kantor kejaksaan. Tak lama kemudian, polisi datang ke kantor kejaksaan dan meminta agar Detektif Cha So Hoo dibawa oleh pihak kepolisian saja.

Laporan otopsi Yeom Mi Rae telah keluar, ia meninggal karena mati lemas akibat tekanan dan dicekik dengan tangan. Kemudian Dokter Baek Beom melakukan pengumpulan bukti di seluruh TKP dengan sangat teliti.

Jaksa Eun Sol menemui orang-orang yang dicurigai sebagai pembunuhan yaitu pacar Yeom Mi Rae Bernama Kim Jon Tae dan kurir yang menguntitnya satu tahun lalu Bernama Seok So Doon. Tetapi keduanya mempunyai alibi yang kuat untuk menyangkal tuduhan tersebut.

Semua bukti mengarah kepada Detektif Cha So Hoo. Baik pihak kejaksaan maupun kepolisian sangat frustasi dengan situasi yang mereka hadapi.

Karena sikap Jaksa Eun Sol yang sangat simpatik kepada Detektif Cha So Hoo kasus tersebut dialihkan kepada Jaksa Kang. Tetapi Jaksa Eun Sol terus melakukan segala Upaya untuk menyuarakan bahwa Detektif Cha So Hoo tidak mungkin melakukan Tindakan tersebut. Ia juga mendatangi Dokter Baek Beom dan menyuruhnya untuk melakukan sesuatu agar Detektif Cha So Hoo bisa dibebaskan.

Dokter Baek Beom tetap tidak peduli, ia justru sibuk mengecek pertumbuhan dan perkembangan belatung yang ia buat. Jaksa Eun Sol sangat kesal melihat kelakuan dokter Baek Beom tersebut.

Episode 10

          Dokter Baek Beom membawa belatung percobaannya kekantor kejaksaan untuk menjelaskan bahwa kematian Yeom Mi Rae telah terjadi selama 50 jam. Yang artinya tanggal kematian Yeom Mi Rae telah di manipulasi dan Detektif Cha So Hoo sengaja dijadikan pelaku palsu.

Pihak kejaksaan melakukan penyelidikan lagi dan mengamati rumah Yeom Mi Rae. Saat sedang dilakukan pengamatan, Seok So Doon mendatangi rumah Yeom Mi Rae dan segera diinterogasi. Seok So Doon mengaku hanya mengambil CCTV yang ia pasang dua minggu lalu didekat rumah Yeom Mi Rae setelah mendengar kabar kematiannya.

Rekaman CCTV itu akhirnya diminta dan mereka melihat bahwa pelaku pembunuhan Yeom Mi Rae adalah Kim Jon Tae, pacar Yeom Mi Rae sendiri.

Berdasarkan hal tersebut, pihak kejaksaan menyadari bahwa informan yang didapatkan diawal kasus adalah palsu. Mereka melakukan analisis suara yang ternyata telah dipalsukan.

Pihak kejaksaan segera datang kerumah Kim Jon Tae. Rumah itu sudah kosong dan ada tiket pesawat seolah menjadi petunjuk. Namun mereka tidak gegabah dan membuka segala kemungkinan karena Kim Jon Tae dianggap licik dan cerdik. Lalu Jaksa Eun Sol melihat foto Pelabuhan dirumah Kim Jon Tae dan mencoba datang ke Pelabuhan Gunpyong Bersama rekan kerjanya.

Episode 11

Keputusan yang diambil Jaksa Eun Sol sangat tepat. Mereka dapat menangkap Kim Jon Tae yang menyamar dipelabuhan Gunpyong.

Kemudian Kim Jon Tae diinterogasi oleh Jaksa Eun Sol. Ternyata Kim Jon Tae merasa cemburu dengan kedekatan Detektif Cha So Hoo dengan pacarnya. Padalah kedekatan itu terjadi karena Yeom Mi Rae sering bertanya apakah jika seseorang yang terkena tindak pidana masih bisa menjadi polisi. Pacar Yeom Mi Rae sering melakukan kekerasan kepada Yeom Mi Rae tapi Yeom Mi Rae tidak pernah melaporkannya karena takut akan menghambat mimpinya.

Setelah selesai Detektif Cha So Hoo menemui orang-orang yang membantunya terbebas dari tuduhan. Saat menemui Stella Hwang, ia langsung jatuh cinta dan mengajaknya makan Bersama. Ternyata Stella Hwang adalah orang yang sangat menyukai sesuatu dengan ukuran tepat.

Dilain tempat, Jaksa Kang dan rekan kerjanya mendatangi rumah Jaksa Eul Sol dan mereka terkejut saat mengetahui bahwa Jaksa Eun Sol bertetangga dengan Dokter Baek Beom. Sepulang dari makan Bersama, Jaksa Kang mengingatkan Jaksa Eun Sol untuk tidak terlibat dengan Dokter Baek Beom lagi. Dokter Baek Beom adalah pelaku pembunuhan kematian tunangannya sendiri. Kasus itu adalah kasus pertama yang ditangani oleh Jaksa Kang.

Episode 12

Pagi itu Dokter Baek Beom mendapatkan otopsi mayat akibat kecelakaan mobil. Dokter Baek Beom awalnya menolak untuk melakukan otopsi namun setelah mendengar kasus kematiannya dari Detektif Cha So Hoo, ia langsung melakukan otopsi itu. Kasus itu adalah kematian seorang pengemudi wanita dilokasi kejadian dan pacarnya yang berada di kursi penumpang baik-baik saja.

Setelah dilakukan otopsi, terkuak fakta yang sesungguhnya bahwa Perempuan yang awalnya diduga mengemudi mobil adalah seorang penumpang yang sengaja diubah posisinya oleh pacarnya saat kecelakaan terjadi.

Keesokan harinya ada seorang mayat yang meninggal di toilet bandara Gimpo, Bernama Lee Dong Jae. Mayat itu segera dibawa ke BFN untuk dilakukan otopsi. Saat hendak melakukan otopsi, dokter Baeok Beom mendapatkan telepon darurat yang mengabarkan kemungkinan mayat tersebut terkena MERS dan ruang otopsi dikunci sementara dengan alasan keamanan. Sayangnya, Jaksa Eun Sol sempat masuk keruang otopsi untuk memberikan surat perintah sebelum pintu dikunci otomatis oleh system. Ia dikarantina diruang otopsi Bersama dengan Dokter Baek Beom yang tetap melakukan otopsi pada sang mayat. Dengan terpaksa mereka berdua melanjutkan proses otopsi.

Episode 13

Jaksa Eun Sol yang membantu otopsi tiba-tiba hilang keseimbangan dan tangannya berdarah terkena pisau bedah. Dokter Baek Beom segera mengobati dan menjahit tangan Jaksa Eun Sol dan melanjutkan proses otopsi. Jaksa Kang segera datang ke tempat Jaksa Eun Sol berada dan sangat mengkhawatirkan keadaannya lalu berteriak jika Dokter Baek Beom adalah seorang pembunuh.

Sementara itu Soo Yoon yang sempat masuk kedalam ruang otopsi berhasil ditemukan didalam kamar mandi sedang menelepon anaknya. Kemudian direktur Park membujuk Soo Yoon untuk bisa karantina sesuai prosedur sekaligus memberitahu bahwa anaknya saat ini Bersama adiknya sampai kasus selesai.

Dokter Baek Beom menduga adanya kasus pembunuhan dan meminta untuk bisa mendatangi rumah Lee.  Rumah itu sangat besar dan bersih. Lalu Ia meminta seluruh sampel yang ada dirumah itu, dari lem dinding, karpet, tanaman, obat, makanan, catatan rekam medis keluarganya dan banyak hal lain.

Dokter Baek Beom dan Jaksa Eun Sol mengalami demam dan lemas didalam ruang otopsi. Jaksa Eun Sol sangat panik dan berteriak meminta segera keluar.

Episode 14

Jaksa Eun Sol memohon kepada Jaksa Kang yang menunggunya diluar untuk segera mengetahui penyebab kematian Lee Dong Jae agar ia bisa segera keluar dari ruang otopsi.

Tak lama kemudian, mereka mendapatkan semua laporan tentang Lee Dong Jae. Namun istrinya yang Bernama Hong Seon Ja tidak dapat ditemukan. Ia menghilang tanpa jejak. Stella Hwang berhasil menemukan Gramoxone yang digunakan sebagai racun. Gramoxone sangat beracun bahkan meski hanya dengan satu suapan.

Pihak kejaksaan melakukan banyak hal untuk menyelesaikan kasus ini. Lalu mereka mendapatkan fakta bahwa Hong Seon Ja memiliki klaim asuransi atas nama seluruh keluarga dari pihak suaminya dan saat ini ia sedang memasak untuk ibu mertuanya. Detektif Cha So Hoo segera datang dan menangkapnya atas dugaan percobaan pembunuhan menggunakan Gramoxone.

Dokter Baek Beom dan Jaksa Eun Sol pun bebas dari karantina karena kematian Lee Song Jae bukan disebabkan oleh MERS.

Episode 15

Dokter Baek Beom mengunjungi makam dokter Yong yang ternyata kakak dari Jaksa Kang. Jaksa Kang langsung mengancam bahwa ia akan mengungkap kebenaran tentang kasus kematian kakaknya.

Dokter Baek Beom mengenang kisah persahabatannya dengan dokter Yong dimasa lalu.

Hari berikutnya, Dokter Baek Beom melakukan otopsi pada anak yang belum berusia 20 tahun. Saat dilakukan tes DNA mayat tersebut cocok dengan DNA dokter Ma Do Nam yang Bernama Ma Seung Jae. Dokter Ma Do Nam dan istrinya  sangat terpukul saat mendengar berita tersebut.

Pihak kejaksaann, pihak kepolisian dan forensik mendatangi TKP untuk mengetahui keadaannya secara utuh. Mereka mengecek TKP dan melakukan wawancara singkat kepada orang-orang disekitar TKP.

Selain itu, mereka juga melakukan interogasi kepada anak-anak yang dekat dengan Seung Jae disekolah. Seung Jae adalah anak yang sangat pintar di kelas sehingga diduga beberapa anak yang mendapatkan peringkat dibawah Seung Jae merasa cemburu dan melakukan hal buruk kepada Seung Jae.

 

 

Episode 16

Pihak kejaksaan melakukan penyelidikan terhadap teman -teman Seung Jae. Mereka bahkan mendatangi para orangtua masing-masing untuk mengecek isi ponselnya.

Pihak kejaksaan curiga bahwa teman-teman Seung Jae telah mendorong Seung Jae yang meninggal. Hal ini didasarkan pada rekaman CCTV Dimana mereka datang Bersama tetapi Seung Jae tidak bisa ikut saat keluar dari Gedung itu.

Dokter Baek Beom mendatangi TKP dan mencoba melakukan reka ulang. Lalu mendatangi kantin Seong Jae dan menanyakan kepada penjaga kantin itu. Setelah mengetahui makanan terakhir Seung Jae, dokter Baek Beom melakukan simulasi dengan makan makanan yang sama dan berhasil mengetahui waktu kematian Seung Jae yaitu jam 8.

Disisi lain, Jaksa Kang masih terus menyelidiki kematian kakaknya. Lalu ia menyuruh penyidiknya untuk datang ke Rumah Sakit Seon dan menemui dokter Lee Hye Song sambil menunjukkan berkas yang ia bawa saat kejaksaan melakukan penyitaan pada episode 6. Sang dokter menukar berkas itu dengan sebuah kaset rekaman CCTV 10 tahun lalu.

 

Episode 17

Perkiraan Waktu kematian Seung Jae adalah waktu dimana Seung Jae sendirian diatap bangunan sehingga disimpulkan bahwa Seung Jae melakukan bunuh diri. Dari rekaman CCTV warga juga terlihat Seung Jae lompat sendiri dari atap Gedung.

Dokter Ma tidak terima dengan hasil tersebut dan mengamuk disekolah. Dokter Ma juga mendatangi teman Seung Jae dan membuat keributan. Kemudian ia menyerahkan surat pengunduran diri. Lalu mendatangi Jaksa Kang dan mengajak bekerjasama untuk mengungkap bahwa hasil otopsi yang dilakukan Dokter Baek Beom salah. Dokter Kang mengajaknya bertemu dengan professor pyo yo seong untuk meminta pendapat tentang otopsi.

Rekan kerja Jaksa Eun mengira bahwa Seung Jae ditindas disekolah. Lalu Jaksa Eun pergi ke sekolah Seung Jae dan melihat loker Seung Jae dan menemui teman sekamar Seung Jae. Teman sekamarnya mengaku bahwa ia marah dengan Seung Jae yang melakukan kecurangan saat ujian dan mengertak Seung Jae.

 Keesok harinya, Dokter Baek Beom mengajak Jaksa Eun Sol melihat hasil analisis zat beracun yang berada didalam tubuh Seung Jae. Stella Hwang menyampaikan hasil analisis zat beracunnya dengan sangat marah. Ada lebih dari 10 obat didalam tubuhnya, yang terdiri dari campuran obat barat, obat Cina dan obat tradisional dan banyak lagi obat lainnya. zat tersebut mengandung suplemen dan stimulun. Bahkan ada obat ADHD yang biasa digunakan tantara atau pilot untuk meningkatkan konsentrasi saat bekerja dalam waktu lama dan kelelahan.

Sebelum meninggal, Seung Jae belajar sangat keras sampai mendapatkan julukan zombie. Berbagai macam zat obat yang dikonsumsi Seung Jae memiliki efek samping halusinasi dan kebingungan. Untuk membuktikan bagaimana bahaya obat tersebut, Jaksa Eun Sol mencoba menelan semua obat Seung Jae dirumahnya.

Episode 18

Jaksa Eun Sol mengalami halusinasi seolah melihat adegan bunuh diri Seung Jae. Dalam halusinasi itu, Jaksa Eun Sol melihat bahwa Seung Jae berhalusinasi sedang berbicara dengan ibunya dan melompat ke tempat tidur.

Kasus Seung Jae berakhir dengan tuduhan pembunuhan tanpa bukti dan diperjelas dengan berbagai bukti bahwa Seung Jae kecanduan narkotika yang diberikan oleh ibunya. Ibunya tidak tau jika itu adalah narkotika, ia hanya tau bahwa obat itu bisa membantu Seung Jae berkonsentrasi dalam belajar.

Jaksa Eun meminta informasi bagaimana cara mendapatkan obat yang diminum Seung Jae karena penjualan obat tersebut dilarang dikorea. Detektif Cha So Hoo melakukan penyamaran dan berhasil menangkap sang pelaku, namun ia mendapatkan tusukan saat melawan sang pelaku.

Pemakaman Seung Jae dihadiri oleh orang-orang yang terlibat dalam penyelidikan kasus Seung Jae. Surat pengunduran diri Dokter Ma dikembalikan dan ia diberi waktu untuk bisa pulih dari duka atas kehilangan Seung Jae.

Beberapa hari kemudian, ada kasus baru yaitu kematian Jeong Min, penyidik Jaksa Kang dikantor kejaksaan. Jeong Min ditemukan meninggal dirumahnya dengan kondisi luka dikepala yang mengeluarkan banyak darah dan tanda suntikan tanpa adanya tanda perlawanan. Mayatnya segera dibawa ke forensik untuk diotopsi.

Pihak kepolisian menyerahkan catatan panggilan telepon Jeong Min dan orang terakhir yang melakukan panggilan telepon itu adalah Dokter Baek Beom.

Episode 19

Dengan catatan panggilan yang didapatkan, Jaksa Kang menangkap Dokter Baek Beom yang hendak melakukan otopsi pada mayat Jeong Min. Otopsi Jeong Min dilanjutkan oleh Profesor Pyo.

Direktur forensik meminta Jaksa Eun Sol agar menyelidiki kasus yang menimpa dokter Baek Beom dengan teliti.

Jaksa Kang menginterogasi Dokter Baek Beom dengan bukti dari kamera CCTV disekitar rumah Jeong Min. Dari rekaman CCTV itu, postur tubuhnya sangat mirip dengan Dokter Baek Beom. Dokter Baek Beom menyangkal bahwa ia menemui Jeong Min tetapi tidak dipedulikan. Jaksa Kang justru melanjutkan motif pembunuhan yang dilakukan Dokter Baek Beom adalah karena Jeong Min mengetahui bukti rekaman CCTV Dimana 10 tahun lalu Dokter Baek Beom masuk keruang obat dan dihari itu dokter Yong meninggal. Jaksa Kang terus mendesak Dokter Baek Beom atas kematian dokter Yong, kakaknya pada 10 tahun lalu.

Detektif Cha So Hoo masih dirawat dirumah sakit dan segera keluar untuk membantu menyelidiki kasus yang menimpa Dokter Baek Beom. Ia menyelidiki penjahat yang berhubungan dengan Jeong Min.

Episode 20

Detektif Cha So Hoo memberikan daftar nama penjahat yang mungkin menjadi pelaku pembunuhan Jeong Min. tetapi Jaksa Kang langsung menyuruhnya untuk menyelidikinya sendirian dipihak kepolisian. Jaksa Kang dan Detektif Cha So Hoo bertengkar karena Jaksa Kang sangat terobsesi bahwa pelaku pembunuhan harus Dokter Baek Beom tanpa mempedulikan fakta dan kemungkinan-kemungkinan lainnya.

Jaksa Kang melakukan interogasi dengan beberapa orang yang dekat dengan Dokter Baek Beom dan seolah menggiring opini untuk mengatakan bahwa Dokter Baek Beom adalah dokter yang tidak baik.

Jaksa Kang bahkan melakukan penyitaan dikediaman Baek Beom. Lalu menemukan obat yang digunakan untuk membunuh Jeong Min di rumah Dokter Baek Beom. Dengan bukti tersebut, Dokter Baek Beom dibawa ke TKP. Jaksa Kang terus memaksa Dokter Baek Beom untuk melakukan reka ulang pembunuhan Jeong Min. Melihat tingkah Jaksa Kang dan teringat kenangan masa lalunya, Dokter Baek Beom pun terpaksa mengaku bahwa ia adalah pelakunya.

Jaksa Eun Sol mendatangi Dokter Lee See kyung dan mengetahui fakta bahwa 10 tahun lalu, Dokter Baek Beom melamar pacarnya Bernama Nona Han namun ditolak. Dalam suasana hati yang kacau itu, Dokter Baek Beom mengendarai mobil Bersama Nona Han dan terjadilah kecelakaan yang berakhir dengan kematian Nona Han.

Dokter Baek Baem mempunyai sahabat Bernama Dokter Kang yang kemudian meninggal setelah bertengkar dengan Dokter Baek Beom. Lalu beberapa persediaan obat hilang, diantaranya Sodhium Penthanol, tapi semua orang diam saja saat itu.

Professor Pyo datang ke kantor kejaksaan dan memberikan hasil otopsi Jeung Min adalah bunuh diri. Dan Dokter Baek Beom dibebaskan. Tapi Jaksa Kang tetap bersikeras bahwa Jeong Min telah dibunuh Dokter Baek Beom. Dokter Baek Beom meminta hasil otopsi dan ia pelajari didalam sel. Lalu ia meminta otopsi ulang kepada mayat Jeong Min. Sayangnya mayat Jeong Min sedang dalam proses kremasi. Kemudian Jaksa Kang menangkap Dokter Baek Beom lagi.

Episode 21

Dokter Baek Beom meminta jasad yang sudah terbakar itu tetap dibawa ke BFN untuk diotopsi. Professor Pyo merasa kecewa karena Jaksa Kang seolah tidak percaya dengan hasil otopsi yang dilakukannya.

Setelah mayatnya tiba, Dokter Baek Beom mengambil darah untuk diuji oleh Stella. Lalu melihat foto dari hasil otopsi yang dilakukan professor pyo dan meminta tim forensiknya untuk pergi ke TKP. Kemudian pihak forensik disibukkan dengan pengujian bukti yang didapatkan. Sampai akhirnya mereka berhasil mengetahui urutan pembunuhan Jeong Min.

Disisi lain, Detektif Cha So Hoo berhasil menemukan rekaman CCTV dari Jang Tae Joo, orang yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan. Setelah mengetahui target pembunuhan berikutnya, pihak polisi melakukan rencana jebakan. Jang Tae Joo pun diinterogasi oleh jaksa Kang di ruang jaksa.

Tak lama kemudian, Dokter Baek Beom mendatangi ruang jaksa dan memberitahu bahwa Jang Tae Joo bukan pelaku yang sebenarnya. Ia masuk setelah pembunuh yang sebenarnya pergi. Hal ini didasarkan pada analisis lakban yang ia temukan diTKP mengandung lipstick. Maka kemungkinan besar pelakunya adalah wanita. Jaksa Kang teringat dengan catatan Riwayat panggilan Jeong Min yang ia sembunyikan dan ia mengaku tahu pelaku pembunuhan yang sebenarnya.

Episode 22

Dokter Lee Hye Song yang sedang mengadakan perkuliahan ditangkap atas pembunuhan terhadap Jeong Min. Hari itu, Dokter Lee Hye Song bekunjung kerumah Jeong Min.

Jeong Min dan Dokter Lee Hye Song saling bertukar rekaman CCTV dari kejadian 10 tahun lalu. Lalu Jeong Min juga mengetahui fakta bahwa Dokter Lee Hye Song melakukan malapraktik tapi menyalahkan Dokter Baek Beom atas apa yang ia lakukan.

Malam harinya, Dokter Lee Hye Song mengunjungi Jeong Min. Saat hendak mengambil sesuatu Jeong Min hilang keseimbangan dan Dokter Lee Hye Song menariknya sehingga Jeong Min terbentuk dinding dan jatuh kelantai yang menyebabkan pendarahan pada bagian kepala. Kemudian ia membersihkan TKP dan membuat seolah Jeong Min melakukan bunuh diri.

Dokter Lee Hye Song menangis sambil menatap mata Jaksa Kang yang mirip dengan Dokter Yong, kakak Jaksa Kang yang ia sukai 10 tahun lalu. Saat itu semua orang selalu memperhatikan perawat Han dan membuat Dokter Lee Hye Song cemburu. Sampai akhirnya Han So Hee meninggal dan ia kira Dokter Yong akan menyukainya namun Dokter Yong Justru memilih bunuh diri.

Dokter Baek Beom pun dibebaskan. Jaksa Eun Sol menemuinya sambil membawa berkas kematian 10 tahun lalu untuk dianalisis tanpa harus mengetahui identitasnya. Baek Beom mengatakan bahwa orang tersebut kidal, ada 4 bekas jarum ditangannya dan hal ini membuktikan bahwa orang tersebut benar-benar bunuh diri. Mengetahui fakta tersebut Jaksa Kang langsung menyerahkan surat pengunduran diri. Kemudian ia menemui Dokter Baek Beom.

Dokter Baek Beom memberitahu bahwa ia memang menelepon Jeong Min untuk bertemu dipanti asuhan Dimana Han So Hee tapi Jeong Min tidak datang ketempat itu. Ternyata 10 tahun yang lalu, Dokter Baek Beom memang mencuri obat-obatan namun untuk bunuh diri tapi ia mengurungkan niatnya.

Jaksa Kang kemudian pamit dan menegaskan bahwa ada hal yang tidak diketahui oleh Baek Beom tentang kejadian masa lalu.

Beberapa hari kemudian ada kasus baru yaitu kematian Yeom Sang Goo. Ia adalah seorang ayah demensia yang tinggal Bersama putranya.

Episode 23

Yeom Sang Goo mempunyai tiga orang anak yang memaksa meminta sertifikat kematian dengan penyebab serangan jantung. Sayangnya mereka mendapatkan sertifikat kematian tidak diketahui dan pihak forensikpun dipanggil untuk melakukan otopsi pada mayat Yeom Sang Goo. Saat hendak dilakukan otopsi anak-anak Yeom Sang Goo membuat keributan dan terus memaksa agar mereka mendapat sertifikat kematian serangan jantung. Ternyata penyebab kematian serangan jantung menjadi salah satu kematian yang mendapatkan asuransi.

Dokter Baek Beom segera melakukan otopsi dan mengetahui fakta bahwa Yeom Sang Go selama ini diikat oleh anak yang tinggal serumah yaitu Yeom Dae Sik yang kemudian ditahan atas tuduhan penganiayaan dalam waktu yang lama.

Kasus kematian Yeom Sang Goo masih terus diselidiki karena penyebab kematiannya belum diketahui. Mereka mendatangi rumah Yeom Sang Goo dan melakukan penyelidikan TKP secara mendetail.

Disisi lain, Jaksa Kang menyerahkan surat pengunduran diri dan pulang kekampung halamannya. 

Episode 24

Pihak kepolisian melakukan pemeriksaan pada computer milik anak yang tinggal bersama Yeom Beom, ternyata ia bermain bitcoin. Jaksa Eun Sol kemudian melakukan introgasi kepada ketiga anaknya.

Pemakaman Yeom Song Go akan segera dilakukan, di acara itu kedua anaknya justru berebut uang pemakaman dan tidak merasa sedih. Bahkan Yeom Dae Sik yang Kembali kerumah untuk datang ke acara pemakaman justru langsung pergi melihat hal tersebut.

Jaksa Eun Sol dipanggil atasannya karena mengurus kasus kematian pria tua berusia 70. Atasannya menjelaskan bahwa keluarga itu sengaja melakukan hal tersebut untuk mendapatkan uang asuransi dan jaksa Eun Sol harus segera menutup kasus itu karena masih banyak kasus lain yang harus ditangani.

Lalu keluarga Yeom Song Go segera mendatangi pihak asuransi untuk mendapatkan uang. Tapi uang itu tidak bisa diambil karena mayat Yeom Song Go sedang di otopsi dan pihak BFN belum mengeluarkan hasil otopsinya.

Saat melakukan pengecekan TKP. Pihak BFN menemukan tikus mati dibawah meja dan melakukan otopsi terhadap tikus itu. Tikus itu mengandung racun ikan buntal atau tetrodotoksin dan zat yang sama berada pada tubuh Yeom Song Go. Kim Hyo jin anak Yeom Song Go yang bekerja di restoran sashimi ikan buntal ditangkap atas tuduhan pembunuhan.

Ternyata Kim Hyo Jin mendatangi Yeom Song Go secara diam-diam untuk meminta uang namun permohonan itu ditolak. Kemudian Kim Hyo Jin mendatangi lagi dan memberikan racun itu.

Setelah Kim Hyo Jin mengaku, dokter Baek Beom memberikan hasil laporan bahwa bukan hal itu penyebab kematian Yeom Song Go.

Episode 25

Pernyataan Dokter Baek Beom membuat penyelidikan itu dimulai dari awal lagi. Pihak kejaksaan melakukan penyelidikan dengan mendekati orang-orang sekitar Yeom Sang Goo dan mendapatkan informasi bahwa anak pertama Yeom Sang Goo yang Bernama Yeom Dae Chul mengunjunginya beberapa hari lalu. Ia membawa Yeom Sang Go ke pusat demensia. Lalu masuk dan mendaftarkan ayahnya sendiri. Tak lama kemudian Yeom Ji Sook muncul dan membawa Yeom Sang Goo. Ternyata Yeom Ji Sook membawa ayahnya ke kantor polisi dan melaporkan sebagai orang hilang lalu pergi meninggalkannya. Kemudian Yeom Dae Chul datang ke kantor polisi dan membawa ayahnya pulang. Lalu Jaksa Eun Sol melakukan introgasi kepada keduanya.

Dokter Baek Beom melakukan banyak percobaan untuk mengetahui alat yang menjadi penyebab kematian Yeom Sang Goo. Ia membeli banyak kulit babi untuk melakukan uji coba. Bahkan pulang kerjapun ia selalu memikirkan hal itu. Tanpa sengaja Jaksa Eun Sol melihat Dokter Baek Beom ke restoran dan mendatanginya. Ketika sedang memanggang daging, Jaksa Eun Sol teringat temannya yang terluka dimasa lalu dan luka itu memiliki bentuk yang sama.

Episode 26

Ketiga anak Yeom Sang Goo datang mengunjungi mendiang Yeom Sang Go dan bertengkar atas kejahatan yang mereka lakukan.

Pihak BFN telah menyerahkan hasil otopsi mereka yaitu penyebab kematiannya adalah serangan jantung. Ketiga anak Yeom Sang Go langsung Kembali ke Perusahaan asuransi untuk melakukan klaim uang asuransi.

Jaksa Eun Sol dan Dokter Baek Beom memeriksa rekaman CCTV disekitar rumah Yeom Sang Goo. Merekapun menemukan sesuatu dan menghubungi Letnan Cha untuk menemukan seseorang. Lalu segera datang ke Perusahaan asuransi  dan memberikan surat penundaan pembayaran asuransi karena penyebab kematiannya adalah tekanan dari luar.

Jaksa Eun Sol menjelaskan penyebab kematian yang sebenarnya. Ia memperlihatkan rekaman CCTV dimana Yeom Sang Go tertabrak sepeda lalu setir sepeda mengenai dada yang menyebabkan syok. Yeom sang Go berhasil pulang kerumah sendiri dan tertidur namun kesulitan bernafas.

Letnan Cha datang ke Perusahaan asuransi membawa orang yang mengendarai sepeda. Orang itu menyerahkan video rekaman pada hari itu dan berusaha membawanya kerumah sakit tetapi Yeom Sang Goo menolak. Yeom Sang Goo mengatakan bahwa ia harus segera menjemput anaknya di sekolah.

Anak-anak Yeom Sang Go menangis dan menyesal mengetahui hal itu. ada yang mengatakan bahwa momen dimana pasien demensia mendapatkan ingatan mereka disebut keajaiban atau kutukan. Saat Yeom Sang Go mendapatkan momen itu dan teringat dengan anak-anaknya, namun mereka mengubahnya menjadi kutukan. Mereka juga memilih untuk memaafkan sang pengendara sepeda itu.

Setelah kasus itu selesai, mereka makan-makan bersama dan sangat terhibur dengan rekaman suara yang Letnan Cha tunjukkan.

Keesokan paginya ada jaksa baru yang ditugaskan di tempat Jaksa Eun Sol, ia Bernama Do Ji An. Do Ji An datang bersama Yang Soo Dong sebagai penyidik yang membantunya.  

Episode 27

Hari pertama Jaksa Do Ji An kerja, ia langsung mendatangi TKP dimana ada seorang anak Perempuan yang meninggal. Disana ada pihak BFN dan juga kepolisian. jaksa Do Ji An meminta merekam proses pelepasan ikatan tali yang ada di tangan korban. Lalu  Dokter Baek Beom menyadari bahwa korban tidak memiliki sidik jari. Mayat itu segera dibawa ke BFN untuk dilakukan otopsi.

Jaksa Do Ji An mengungkapkan bahwa tali ikatan yang mereka liat adalah simpul belenggu yang biasa untuk mengurung seseorang dan digunakan dalam militer.

Keesokan harinya, Letnan Cho memberikan informasi tentang identitas korban. Ia Bernama Hye bin seorang remaja berusia 20 tahun yang sedang mencari kerja. Jaksa Do Ji An membawa sebuah barang bukti dari kasus 30 tahun lalu dan meminta untuk membandingkan tes DNA dengan sidik jari yang ada di kartu kredit Hye Bin. Ternyata ada salah satu sidik jari yang cocok.

Barang bukti itu adalah kasus berantai pembunuhan Wuseong. Lalu Yang Soo Dong menunjukkan foto-foto kasus pembunuh berantai Wuseong dengan 10 korban yang terjadi pada tahun 1984-1988.

Hal ini dimanfaatkan oleh Jaksa Do Ji An untuk menyebarkan berita bahwa Pembunuh berantai Wuseong telah kembali melalui media. Pemerintah pusatpun membentuk tim khusus untuk menangani kasus ini. Tim itu dipimpin langsung oleh professor Pyo dari pihak forensik.

Episode 28

Dokter Baek Beom mengatakan bahwa pembunuhan kali ini menggunakan senjata yang unik yang bisa dijadikan petunjuk. Tetapi Professor pyo menolak hal itu karena terlalu mustahil. Kemudian Jaksa Do Ji An menengahi keduanya dengan cara pihak forensik akan melakukan analisis senjata pembunuhan lalu pihak kejaksaan dan polisi akan menyelidiki kenalan, kampung halaman serta lokasi terdekat dimana korban ditemukan. Lalu jaksa Do Ji An mengajak untuk menemui orang-orang yang dulu menyelidiki kasus itu.

Dokter Baek Beom menemui direktur park untuk meminta konfirmasi korban pertama pembunuhan berantai Wuseong, ia Bernama Um Ji Hye. Lalu ia meminta tolong kepada Letnan Cha untuk menemukan mayat Um Ji Hye.

Dokter Baek Beom mendatangi lokasi mayat Um Ji Hye dan mengambil tanahnya untuk dilakukan analisis zat.

Pasukan khusus itu memberikan catatan tentang penyelidikannya. Ia memberitahu bahwa orang yang dulu dicurigai sebagai pelaku pergi ke luar negeri dan telah Kembali ke Korea. Ia Bernama Kang Chi Soo. Ia sekarang menjadi porografer dan mempunyai kegiatan yang sama setiap hari.

Dokter Baek Beom mengajak untuk melakukan otopsi ulang pada korban pertama. Mayat Um Ji Hye segera dibawa ke BFN untuk diotopsi. Dokter Baek Beom menemukan zat baja karbon ditubuh Um Ji Hye. Kemudian ia membawa manekin ke rumah Dokter Baek Beom dan melakukan simulasi dan berhasil menemukan senjata yang digunakan yaitu pisau militer M17 dengan 1080 baja karbon.

Yang Song Doo Kembali datang ke tempat Kang Chi Soo untuk mengambil sidik jarinya dan ternyata tidak cocok dengan sidik jari pada kasus pembunuhan Wuseong.

Lalu mereka mendatangi satu-satunya saksi yang selamat  dari kasus pembunuhan Wuseong dan meminta kesaksiannya dengan hipnotis. Ia Bernama Lee Kyung Ja. Sayangnya Lee Kyung Ja meninggal sepulang dari kantor polisi untuk memberikan kesaksiannya.

Episode 29

Pihak BFN mendatangi lokasi kematian Lee Kyung Ja dan segera dibawa BFN untuk diotopsi. Dokter Baek Beom tidak menggunakan masker seperti biasa dan kali ini ia mencium bau minyak dan sumber itu berasal dari luka yang ada di tubuh Lee Kyung Ja. Dokter Baek Beom segera mengambil sampel darah dan meminta analisis zat itu. zat itu ternyata pembersih laras senapan yang ada dibuat di militer. Zat itu hanya dibuat untuk zaman dahulu karena zaman sekarang pembersih laras senapan tidak mempunyai bau sekuat itu. dokter Baek Beom beserta rekannya mencari toko yang menjual zat itu dan berhasil menemukannya.

Jaksa Do Ji An memerintahkan penangkapan Kang Chi Soo tanpa surat perintah. Dokter Baek Beom mencegah hal itu dan menunjukkan fakta tentang senjata yang digunakan untuk membunuh adalah pisau militer M17 dan dilumuri pembersih laras senapan yang diproduksi sekitar tahun 1960-an. Profil awal tentang pelakunya mungkin salah, ia merupakan laki-laki berusia sekitar 70-an bukan 50-an. Tapi Jaksa Do Ji An tetap menangkap Kang Chi Soo. Dokter Baek Beom tidak berkomentar lagi, ia melakukan pemeriksaan pada kamar gelap Kang Chi Soo. Dokter Baek Beom menjelaskan bahwa kilauan yang ada dikamar gelap itu adalah besi dan cat bukan darah bahkan tidak ada setetes darah. Kang Chi Soo pun dibebaskan.

Dokter Baek Beom Kembali memikirkan tentang pelaku membilas darah itu tanpa meninggalkan jejak.

Keesokan harinya Jaksa Eun Sol melakukan perubahan pada profil pelaku lalu Profesor Pyo marah dengan Keputusan itu karena merasa yang ia lakukan selama ini sia-sia dan mengundurkan diri.

Jaksa Do Ji An membagi tugas menjadi dua, satu tim mencari rumah yang menggunakan air sekitar 5000 liter pada hari kematian Lee Kyung Ja dan satu tim lain mencari nama pembeli pembersih laras senapan selama 6 bulan terakhir.

Episode 30

Mereka segera memeriksa satu persatu rumah orang disekitar Wuseong. Saat Jaksa Do Ji An mendatangi salah satu rumah ia bertemu dengan Detektif Oh. lalu diajak kerumahnya. Jaksa Do Ji An memberi tahu bahwa mereka berhasil menemukan pelaku pembunuhan. Jaksa Do Ji An dan Detektif Oh pergi keluar bersama. Saat Detektif Oh hampir menusuk Jaksa Do Ji An Letnan Cha berhasil menangkap menghalanginya. Dan Detektif oh ditangkap atas kasus pembunuhan Wuseong.

Detektif yang menangani kasus pembunuhan Wuseong ternyata pelaku pembunuhan yang sebenarnya. Detektif oh sengaja mendaftarkan rumah sersan Choi atas namanya, lalu membeli pembersih laras senapan dan dikirim ke rumah sersan Choi dengan memberitahu bahwa itu adalah pelumas kursi roda. Detektif oh berusaha menjebak sersan Choi yang menjadi rekannya sebagai alternatif untuk terbebas dari semua tindakannya.

Tuntutan pembunuhan berantai Wuseong sudah terlewat tetapi kasus kematian Hye Bin dan Lee Kyung ja bisa membuat Detektif Oh dipenjara sampai mati.

 

Episode 31

Jaksa Kang memberitahu Dokter Baek Beom jika sebenarnya Nona Han masih hidup dan disembunyikan disebuah panti jompo oleh ayah Dokter Baek Beom,

Lalu dokter Baek Beom mendatangi persidangan kasus Dokter Lee Hye Song. Dalam sidang itu Dokter Baek Beom menyatakan bahwa ia akhirnya mengetahui apa yang ingin disampaikan oleh Jeung Min adalah fakta tentang Nona Han yang masih hidup.

Jaksa Kang menjelaskan bahwa Nona Han mengalami mati otak saat kecelakaan dan belum sadar sampai sekarang. Dan Dokter Baek Beom baru mengetahui fakta itu.

Dilain tempat Oh Man Sang terlibat kasus kekerasan dengan sopir taksi yang menyebabkan ayahnya marah. Oh Man Sang mengatasi masalah itu dengan merekam aksinya yang berpura-pura meminta maaf dan diunggah ke internet.

Tak lama kemudian Pengacara Han mendatangi Oh Man Sang dan menuntutnya untuk segera meminta maaf atas apa yang telah dilakukan Oh Man Sang. Dan keesokan harinya Pengacara Han meninggal. Mayatnya dibawa ke BFN untuk diotopsi. Kali ini yang melakukan otopsi adalah Dokter Ma karena Dokter Baek Beom sedang mengambil cuti.

Dokter Baek Beom mendatangi Dokter Lee Hye Song dipenjara. Ternyata Dokter Baek Beom tidak pernah melakukan malpraktik, ia disalahkan atas malpraktik Dokter Lee Hye Song. Dokter Baek Beom mengetahui bahwa Lee Hye Song menyukai Dokter Yong dan sengaja menanggung kesalahan malpraktik Dokter Lee Hye Song untuk memberikan kesempatan.

Lalu Dokter Lee Hye Song memberikan fakta lain tentang kejadian 10 tahun lalu. Waktu itu Nona Han yang sedang hamil hendak pergi keluar negeri tetapi dicegah oleh Dokter Yong. Nona Han pergi karena disuruh oleh ayah Dokter Baek Beom. kemudian Dokter Yong menawarkan cara terbaiknya adalah Nona Han mengaku kepada Dokter Baek Beom bahwa bayi itu adalah milik Nona Han dan Dokter Yong. Sayangnya Nona Han mengalami kecelakaan. Dan Dokter Yong yang tidak sanggup mendengar kabar itu memilih untuk bunuh diri.

Dokter Baek Beom semakin terpuruk mengetahui segala fakta tentang kejadian 10 tahun lalu.

Dilain tempat, Ketua jaksa mendapatkan telepon dari ayah Oh Man Sang. Mereka membicarakan tentang apa yang akan didapatkan sang ketua jaksa saat pensiun nanti. Kemudian Oh Man Sang datang ke kantor kejaksaan dan berbincang santai diruang ketua jaksa. Lalu Jaksa Eun Sol datang dan mengajak Oh Man Sang untuk Kembali keruang interogasi. Tetapi Ketua Jaksa menyerahkan kasus oh Man Sang kepada Jaksa Do Ji An.

 

Episode 32

Dokter Baek Beom mendatangi Jaksa Kang dikampung halamannya. Setelah itu Dokter Baek Beom Kembali melakukan otopsi dan mengecek semua otopsi yang telah ia tinggalkan, salah satunya otopsi Pengacara Han.

Secara fisik pengacara Han memang tidak mengalami luka tetapi ia mendapatkan racun kimia yang sulit dideteksi dan Dokter Baek Beom menemukan hal itu. Pengacara Han mendapatkan luka bakar ringan akibat tersiram kopi yang ditelah ditambahkan asam hidrofluorat dan hal itu bisa menyebabkan kematian dalam jangka waktu 24 jam. Dan jangka waktu itu bisa dijadikan alibi. Dokter Ma marah dan merasa tersinggung karena Dokter baek Beom mengoreksi hasil otopsi yang telah dilakukannya.

Letnan Cha So Ho dan rekannya mengecek CCTV dan memantau kemana arah orang yang telah menumpahkan kopi pada pengacara Han. Orang itu masuk kesebuah hotel. Detektif Cha So Ho masuk ke hotel dan menangkap orang itu. orang itu Bernama Lim Hyun So.

Tak lama kemudian Dokter Baek Beom mendapatkan informasi bahwa Nona Han menunjukkan pergerakan. Tetapi tak lama kemudian Nona Han meninggal setelah melihat Dokter Baek Beom didekatnya.

Jaksa Do meminta Jaksa Eun Sol untuk segera membuat surat perintah penangkapan darurat dan mendatangi tempat Oh Man Sang. Sayangnya Oh Man Sang tidak ada dilokasi. Dan keesokan harinya Oh Man meninggal dunia di sebuah kecelakaan mobil dengan mobil terbakar. Lalu mereka menemukan tulang dan melakukan otopsi untuk mengungkapkan fakta apakah tulang itu benar-benar milik Oh Man Sang atau bukan.

 

 

 

Post a Comment for "Alur Drama Korea - Partner For Justice"