Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Review Buku The Midnight Library


          Halo pecinta buku, kali ini aku bakal bahas buku berjudul The Midnight Library atau Perpustakaan Tengah Malam Karya Matt Haig. ARMY pasti tahu dong buku ini pernah dibaca siapa? Yups betul banget buku ini pernah dibaca oleh Kim Namjoon leader BTS. Buku yang direkomendasiin Kim Namjoon biasanya bagus loh, bukunya bahas tentang apa sih? Yuk Simak videonya.

Buku ini menceritakan tentang kisah seorang Perempuan pernama Nora Seed atau biasa dipanggil Nora. Ia merasa hidupnya penuh kegagalan dan sama sekali tidak ada pencapaian. Bagi Nora setiap langkah merupakan kesalahan, setiap Keputusan menjadi bencana dan setiap hari adalah satu langkah mundur dari sosok yang ia bayangkan bisa dicapai. Mimpinya menjadi perenang, Musisi, filsuf dan glasiolog tidak ada yang tercapai. Keinginannya menjadi pasangan, Bahagia dan dicintai gagal diraih, ia bahkan tidak bisa menjadi pemilik kucing atau guru les piano satu jam seminggu atau manusia yang mampu melakukan percakapan.

Sampai akhirnya ia memutuskan untuk bunuh diri ditengah malam dan tiba-tiba ia berada disebuah ruang perpustakaan Dimana semua buku berwarna hijau dalam berbagai gradasi. Rak bukunya tak berujung dan tak ada pintu keluar sejauh apapun ia mencari. Bahkan tak ada judul atau nama penulis yang menghiasi punggung buku.

Di perpustakaan itu ia bertemu dengan Perempuan Bernama Mrs. Elm yang dulunya adalah seorang pustakawan disekolah SMP Nora.

Lalu Mrs Elm menjelaskan bahwa Nora sedang berada diperpustakaan Tengah malam, tempat antara kehidupan dan kematian. Didalam perpustakaan itu, setiap buku menyediakan kesempatan untuk mencoba kehidupan lain yang mungkin bisa dijalani.

Kemudian Nora memikirkan hal-hal yang gagal dicapainya. Dan sekarang, ia bahkan belum berhasil mati. Menyedihkan sekali menyadari bahwa kematian saja gagal ia dapatkan. Dalam lamunan itu, Mrs Elm seolah mengerti apa yang Nora pikirkan dan langsung mengatakan “Selama perpustakaan tengah malam berdiri, kau akan dijauhkan dari kematian. Sekarang kau harus memutuskan bagaimana kau ingin hidup. Kau punya kehidupan sebanyak kemungkinan yang kau miliki.”

Nora masih tidak percaya dengan apa yang terjadi dan Mrs Elm selalu menjawab keraguan yang Nora Pikirkan. Nora pun memutuskan untuk mencoba tawaran itu dan mendapatkan satu-satunya buku berwarna abu-abu. Ternyata buku itu adalah buku penyesalan. Buku itu berisi setiap penyesalan yang pernah Nora rasakan sejak lahir sampai sesaat sebelum ia bunuh diri. Nora membaca setiap lembar dan Kembali mengenang betapa banyak hal yang membuatnya menyesal. Seperti aku menyesal tidak berolahraga hari ini, aku menyesal tidak memberitahu ayahku aku menyayanginya sebelum ia meninggal dan penyesalan lain yang begitu banyak.

Kemudian Nora mencoba beberapa kehidupan lain. Pertama ia mencoba dikehidupan Dimana ia menikah dengan Dan. Saat berada di kehidupan itu, Nora menyadari bahwa keputusannya untuk mengakhiri hubungan dengan Dan adalah Keputusan yang tepat karena Dan selingkuh.

Lalu ia mencoba kehidupan Dimana ia adalah pemilik kucing yang baik. Dikehidupan itu Nora tidak bertemu dengan kucingnya yang Bernama Volt. Tapi ia menyadari bahwa Volt meninggal karena mengidap penyakit bukan karena kecerobohan yang selama ini ia sesali.

Kemudian ia mencoba kehidupan dimana ia pergi ke Australia bersama sahabatnya Izzi. Namun dalam kehidupan ini Izzy meninggal karena mengalami kecelakaan.

Lalu Nora mencoba kehidupan dimana ia melakukan apa yang diinginkan ayahnya. Tempat ia berlatih sekeras mungkin dan tanpa mengeluh. Ia menjadi perenang yang sukses tetapi dikehidupan itu ibunya telah meninggal.

Kemudian Nora memlih kehidupan menjadi glasiolog dan ia berada di kutub utara. Di kehidupan kali ini Nora bertemu dengan seorang penjelajah waktu sepertinya Bernama Hugo. Hugo sudah 5 hari berada di kehidupan itu. Kedunya bertukar cerita. Nora sedikit terpikat dengan Hugo tapi tak lama kemudian ia merasa tidak ingin berada dikehidupan itu. ia Kembali ke perpustakaan dan langsung menanyakan banyak hal kepada Mrs Elm. Mrs Elm ternyata mengenal Hugo.

Mrs Elm mengingatkan bahwa Nora bisa menjalani kehidupan lain tanpa batas saat perpustakaan ini masih berada ditengah malam. Dan Ketika jam sudah lewat Tengah malam maka perpustakaan itu akan hancur dan menghilang begitu saja.

Kemudian Nora mencoba kehidupan menjadi seorang Musisi terkenal. Didalam kehidupan ini, Kakaknya Joe meninggal karena overdosis alcohol.

Lalu Nora memilih kehidupan bekerja di tempat penampungan hewan. Disana ia bekerja dengan Dylan, teman semasa SMPnya.

Nora mencoba berulang kali kehidupan lain yang ditawarkan. Kehidupan yang telah ia coba tidak bisa diulangi lagi tetapi kesempatan mencoba kehidupan baru tidak ada batasnya. Sampai akhrinya Nora merasa bosan dan kehilangan jati dirinya.

Lalu ia memilih satu kehidupan lagi yaitu dimana ia memilih Ash dalam hidupnya. Di kehidupan itu, Nora merasa sangat Bahagia dan stabil. Ia memiliki seorang anak Bernama Molly, seorang hewan peliharaan Bernama Pluto, ia bahkan masih berhubungan baik dengan kakaknya. Namun Nora merasa kehidupan itu bukan miliknya karena ia dapatkan tanpa adanya perjuangan.

Ketika Nora merasakan hal itu, ia Kembali lagi ke perpustakaan. Namun, perpustakaan itu terguncang dan hampir roboh. Tepat disaat itu jam diperpustakaan bergerak. Bunga api membakar setiap sudut perpustakaan. Lalu Mrs. Elm memberikan Nora sebuah pena dan memberikan petunjuk bahwa Nora harus mencari satu buku agar bisa Kembali hidup. Sementara itu, seluruh buku diperpustakaan berlahan mulai terbakar dan menjadi abu.

Dengan tekad yang kuat ingin Kembali hidup, Nora bersusah payah mencari buku yang dimaksud Mrs. Elm dan berhasil menemukannya. Buku itu masih kosong tidak ada coretan apapun. Kemudian Nora menulis menggunakan pena yang diberikan Mrs Elm, Nora menuliskan AKU HIDUP.

Tiba-tiba Nora Kembali berada diranjangnya dengan keadaan hampir sekarat dan dengan tertatih ia berusaha meminta tolong. Mr. Banerje menolong Nora dan segera membawanya kerumah sakit.

Tak lama kemudian, kakaknya Joe menjenguk Nora. Keduanya menyelesaikan kesalahpahaman yang selama ini terjadi. Mereka menjelaskan perasaan masing-masing, dimana mereka memiliki masalahnya sendiri dan melupakan perasaan saudaranya sendiri. Nora membuka ponsel dan ternyata ia masih mempunyai teman yang peduli dan ia masih bisa diandalkan untuk beberapa orang hanya saja Nora menutup diri dan terlalu menyalahkan diri sendiri.

Keinginan dan semangat Nora untuk menjalani hidup telah Kembali. Nora bersyukur bsia Kembali hidup dan beberapa hal yang ia sesali dimasa lalu menjadi hal yang ia syukuri. Nora berusaha memperbaiki hal-hal yang telah ia sia-siakan, dan yang paling penting ia tidak lagi menjauhi kakaknya dan menganggap bahwa kakaknya adalah hal penting dalam hidupnya.

Novel ini mengingatkan kita untuk tidak membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain karena setiap orang mempunyai kisahnya sendiri. Arti sukses untuk setiap orang juga berbeda-beda tidak bisa disama ratakan. Ada yang Bahagia karena memenangkan lomba, ada yang Bahagia karena gaji tinggi, ada yang Bahagia karena memiliki pasangan atau ada yang Bahagia masih bisa hidup sampai sekarang.

Kita memang sering mengambil Keputusan yang salah. Tetapi kita harus yakit bahwa dibalik suatu hal yang kita anggap sebuah kesalahan selalu ada hal baik yang belum kita ketahui. Kita tidak perlu memahami tentang kehidupan. Tapi kita harus menjalani hidup dan terus belajar. Bisa saja apa yang kita anggap buruk adalah hal yang baik dimasa depan.

Sampai jumpa di buku berikutnya.

 


 


Post a Comment for "Review Buku The Midnight Library"