Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perempuan Yang Memesan Takdir - Welda Sanevero

 

Halo para pecinta buku, kali ini aku bakal bahas buku “Perempuan Yang Memesan Takdir” karya “Welda Sanavero”, buku ini berisi tentang 16 prosa kehidupan seorang perempuan.

Album prosa ini menyingkap sisi lain perempuan yang tengah menjalani takdirnya masing-masing. Para tokoh didalamnya mempunyai sudut pandang dalam memaknai cinta, kenangan, keluarga, budaya, pernikahan, bahkan hubungan manusia dengan Tuhan. Beberapa prosa tercipta dari perenungan yang sunyi-liris, luar dan acak sebagai monoog sekaligus dialog untuk menyelami hakikat kehidupan.

Ke-16 judul prosa tersebut yaitu : kata-kata dan cermin, bunga aster, cerita bersajak, anggap aku berdongeng, surat malam, tisu kering yang basah, dialog aku, bulu mata dan kerinduan, kopi perempuan, pesanan setelah bir, cerita untuk kekasih, monolog untuk didengar pelukan, Rahim perut dan ketololan, tanpa ruang runduk, dialog kepada Tuhan dan cerita anak kecil. Dan diakhir dengan sebuah pesan oleh Emha Ainun Nadjib dengan judul biarkan anak kita membuka pintu cakrawala.

Dari beberapa prosa yang disajikan, prosa favoritku adalah bagian awal yaitu kata –kata dan cermin.

Kata-kata dan cermin

Prosa ini menceritakan tentang seorang tokoh aku yang baru saja terluka dan menuangkan semua lukanya dalam bentuk tulisan. Ia trauma dengan kata janji, karena janji hanya sebatas kalimat yang sangat mudah diucap dan didengar bahkan menguap pun bisa. Ia merasa kecewa dengan janji seseorang dan membuatnya merasakan cinta, luka dan benci sekaligus. Setelah sekian lama ia mengasingkan diri, akhirnya ia bisa keluar dengan karya yang dihargai oleh para pembaca. Meski demikian hatinya masih sama, dengan cinta dan luka yang sama.

Prosa ini seolah memberitahukan bahwa kita bisa mengubah sesuatu yang sangat kita benci menjadi senjata baru untuk bisa kembali bangkit dan lebih baik lagi, seperti tokoh aku yang mengubah kecewanya menjadi sebuah cerita dan berhasil dikenal oleh khalayak umum.

Penggunaan kata dalam beberapa prosanya terlalu rumit dan susah dipahami bagi orang awam. Tetapi bagi para orang yang suka literasi bahasa tersebut bisa menjadi bahasa yang sangat indah. Meski demikian ada beberapa prosa yang masih bisa kupahami.

Sampai jumpa dibuku selanjutnya.


 

Post a Comment for "Perempuan Yang Memesan Takdir - Welda Sanevero"